Filed under: PASSION Talk
"Diii.. u betta get ur ass here, NOW! I got a reply from Yasmin! Hurry! She replied… she replied!" Teriakanku bergema di seluruh sudut kantor. Mahadi yang sedang ngokar di lantai 4 kontan pontang panting turun dan menyerbu ruanganku.
Bagai mendapat ‘Rupiah Jatuh dari Langit’ kami pun berjoget ria, menari-nari bagai kerasukan. Hah!! Begitulah penulis amatir yang mendapat balasan email dari narasumber yang sudah ditunggu-tunggu. Macam mau menjemput pengantin saja, girang berlebihan.
Bagaimana tidak? Artikel ini sudah masuk plat dan hampir dikirimkan ke percetakan! Untung saja, sebelum pulang saya sempat mengecek email–tanpa ada harapan sama sekali– dan menemukan nama Yasmin di antara 25 banjiran email dari milis. Then the rest is history. Check it out on Aplaus edisi 64 terbitan Sabtu nanti.
Duh, tidak terbayangkan bagaimana sebuah pekerjaan yang walaupun melelahkan dan menuntut jam lembur yang luar biasa, bisa membuatku begitu energik mengubah artikel dan layout pada pukul 10 malam. Begitu juga semangat yang sama untuk menyempatkan diri menulis di antara kesibukanku yang lainnya (saya toh bukan seorang penulis kan?)
40 lembar research berisi artikel, review, dan catatan tentang Yasmin Ahmad kutelusuri hingga tengah malam. Bahkan Yasmin sudah bisa menuntutku seorang ‘penguntit’ karena menjajahi blognya dari archive tahun lalu. Busyeett!!
But don’t worry, no harm was caused in the making of this article! Aku hanya mencoba untuk mengenal sosok Yasmin lebih dekat, lebih close up, dan lebih utuh. Juga dengan karyanya, dan tulisanku sendiri. Pada akhirnya, aku terperangkap dalam keindahan pribadi Yasmin yang begitu apa adanya. Tidak berlagak pintar, rendah hati, dan sangat tulus. Mungkin pada postingan berikut, akan aku lampirkan tulisan tentangnya.
*Yeha- Mon, 28.01.2008 - 10.50pm